Sejauh mana kadar takwa dan kebaikan yang anda lihat dari saudaramu, sejauh itulah tulusnya cinta dan persahabatan yang anda berikan padanya. Sejauh mana tingkat zikir, ibadah, peringatan akan akhirat, perhatian terhadap ketaatan kepada Allah, dan dakwah di jalan-Nya yang memenuhi nuansa persahabatan dan pertemanan, sejauh itulah eratnya persabatan dan jalinan cinta yang terjalin di antara keduanya.
Namun jika hubungan persahabatan kering dari makna-makna zikir, ibadah, saling menasihati, mengingatkan perihal akhirat dan mendorong semangat dakwah, maka kemelut ukhuwah akan semakin terasa, lalu beralih menjadi permainan (lagha) dan perdebatan sia-sia.
Hati bertambah keras dan cepat bosan, sementara lagha (perkataan dan perbuatan sia-sia)
membuka pintu kerosakan dan perselisihan, yang pada akhirnya terjelmalah dosa sebagai
dinding pemisah yang memburaikan ikatan ukhuwah dan memisahkan dua sahabat. Dalam
sebuah hadith shahih, Rasulullah SAW bersabda:
"Tidaklah dua orang yang saling berkasih sayang kerana Allah berpisah, kecuali disebabkan oleh dosa yang dilakukan oleh salah seorang di antara keduanya.”
Dosa yang dilakukan tersebut tidak semestinya berhubungan dengan saudara, namun bentuk dosa apa pun yang dilakukan oleh seseorang dapat menjadi faktor hilangnya seluruh
kawan dekat dan saudaranya satu demi satu. Misalnya dosa yang berhubungan dengan masalah kewangan, lantaran meninggalkan kewajipan, perbuatan tidak terpuji, mengucapkan kata-kata tidak elok, ghibah, menjatuhkan wibawa dan kepribadian orang lain, memperolok-olok, dan berbagai perbuatan maksiat lainnya.
Dosa kerana perbuatan-perbuatan maksiat di atas dapat mengakibatkan hilangnya rasa cinta dan ukhuwah, baik secara langsung mahupun tidak langsung - sebagai balasan atas maksiat,
iaitu dengan hilangnya sahabat-sahabat yang mencintaimu. Sebagai contoh, sahabatmu merasa jika berdekatan denganmu akan menggiringnya ke dalam maksiat, diam dengan kemungkaran, lebih mengingatkan perihal duniawi dan melupakan zikir serta akhirat, lalai beribadah, dan menjauhkan dari kegiatan-kegiatan dakwah. Dengan alasan-alasan tersebut, rasa cintanya semakin terkikis dan lebih menyukai bergaul dengan orang lain.
Sesungguhnya kelebihan hubungan ukhuwah kerana Allah adalah kerana yang terlibat di dalamnya senantiasa mengingatkan masalah-masalah akhirat, seperti yang dinyatakan oleh al-Hasanrahimahullah: "Sahabat lebih kami cintai daripada keluarga sendiri, kerana sahabat mengingatkan kita akan akhirat, sedang keluarga mengingatkan kita akan dunia."
Dengan demikian, jika seorang sahabat cenderung mengingatkanmu dengan masalah-masalah duniawi, kelebihan apa lagi yang masih tersisa darinya? Untuk itu, jika engkau ingin
memiliki sahabat-sahabat yang menghargai dan menghormatimu, hendaklah engkau mulai dengan memperbaiki hubunganmu dengan Allah, komitmen dengan ketentuan syari'at dan hukum-hukum-Nya, jauhkan dirimu dari maksiat dan dosa.











No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.